Selasa, 09 November 2010

Syair Cinta Tiga Bait


Abu Bakar r.a. berkata: Tiga hal tidak dapat tercipta dengan tiada upaya
Kaya, dengan cita-cita
Muda, dengan rambut disepuh warna
Dan sehat, dengan bergantung pada farma

Umar r.a. berkata:
Saling mencinta sesama manusia Adalah wujud akal mulia
Bertanya dengan benar pada ulama Adalah perwujudan ilmu utama
Dan berpikir masa depan dengan terencana Adalah wujud sebagian kerja nyata

Utsman r.a. berkata:
Orang yang tak suka bergelimang harta la dicinta oleh Tuhannya
Orang yang menjauhi dosa-dosa la dicinta malaikat semesta
Dan orang yang menjaga diri dari meminta-minta Ia dicinta oleh manusia

Ali r.a. berkata:
Cukup bagimu satu kenikmatan Kenikmatan Islam di dunia
Cukup bagimu satu kesibukan Kesibukan taat beragama
Dan cukup bagimu satu peringatan Peringatan ajal yang kan tiba

Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:
Banyak sudah kerugian Akibat nikmat dan foya foya
Banyak sudah penyesalan Akibat terlalu dipuja-puja
Dan banyak sudah ketentraman Akibat aib yang terjaga

Nabi Dawud a.s. bersabda:
Dalam kitab Zabur diwahyukan Kewajiban insan berakal Hanyalah bersibuk dengan tiga hal
Mencari bekal menuju hari kekal
Mengais rezeki demi kehidupan di bumi
Dan memperoleh nikmat dengan rezeki yang halal

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. pernah bersabda:
Ada tiga penyelamat, tiga pembawa sesat, Tiga derajat di akhirat, dan tiga macam kafarat
- Tiga penyelamat adalah:
Takut kepada Allah di mana pun la berada
Hidup sederhana, siap miskin dan siap kaya
Dan bersikap adil, di saat cinta ataupun murka
- Tiga pembawa sesat yaitu:
Bakhil yang terlalu,
menuruti hawa nafsu,
Dan mengagumi diri tanpa jemu
- Tiga derajat di akhirat adalah:
Ucapkan salam saat bertemu
Memberi makan yatim piatu
Dan shalat malam dengan penuh syahdu
- Tiga kafarat yaitu:
Menyempurnakan wudhu di musim hujan
Menuju jama`ah dengan berjalan
Dan menunggu waktu datangnya shalat

Jibril a.s. berkata:
Muhammad,
Hiduplah di dunia sesuka hati Sebab engkau pasti akan mati
Cintailah kekasihmu dengan sekehendak jiwa Namun pasti engkau akan meninggalkannya
Dan berbuatlah semaumu Sebab engkau akan dibalas sesuai amalmu

Saat Nabi Ibrahim a.s. ditanya: "Mengapa Allah menjadikanmu sebagai kekasih-Nya?"
la menjawab:
"Aku dahulukan kepentingan Allah di atas segala hajat insani
Tak pernah kupersoalkan tanggung jawab Allah Untuk memberiku sekadar rezeki
Dan aku tak pernah makan dalam hari-hari Tanpa seorang tamu yang mendampingi"

Seorang filosuf berkata Ada tiga penawar duka:
Berdzikir kepada Yang Kuasa
Berkumpul dengan para ulama
Dan bergaul dengan orang bijaksana

Hasan al-Bashri berkata:
Belum dikatakan berilmu, orang yang buruk perilaku
Belum dikatakan beragama, Orang yang belum bisa lapang dada
Dan belum disebut dekat Ilahi Orang yang tak pernah berhati-hati

Ketika seorang Nabi bani Israil mendengar kabar Akan ada pemuda yang hendak merantau mencari ilmu la memanggilnya dan berfatwa:
Pemuda, tiga kunci yang harus kau pegang Sebagai kunci para ilmuwan di masa lampau maupun di masa mendatang
Takutlah kepada Ilahi Dalam kebersamaan maupun sendiri
Jaga lisanmu terhadap sesama dan katakanlah yang baik tentang mereka
Serta pastikan rezeki yang engkau nikmati adalah benar-benar halal dan suci

Seorang ilmuwan dari bani Israil mengumpulkan buku-bukunya hingga mencapai delapan puluh peti besar, namun sayang
ia tak mau memanfaatkan ilmunya. Hingga pada saatnya Allah mengutus seorang Nabi untuk mendatanginya.
Sang Nabi berkata:
Sekalipun kau tumpuk berbagai macam ilmu takkan pernah mampu kau memanfaatkannya tanpa kau jalani tiga cara:
Pertama, jangan kau cintai dunia fana sebab la bukanlah kediaman orang beriman
Kedua, janganlah kau temani iblis dan setan sebab mereka bukanlah kawan orang beriman
Ketiga, jangan kau sakiti sesama insan sebab itu bukanlah perbuatan orang beriman

Dalam munajatnya, Abu Sulaiman ad-Darani berkata:
Tuhanku,
Jika Engkau cari dosa-dosaku niscaya kuharapkan maaf-Mu
Jika Engkau teliti kebakhilanku niscaya kudambakan kemurahan-Mu
Dan jika Engkau lemparkan diriku dalam siksa api neraka-Mu akan kukabarkan pada seluruh penghuninya bahwa aku mencintai-Mu

Maqalah mengatakan orang yang paling beruntung adalah:
Orang yang cerdas akalnya,
lapang dada jiwanya
Dan siap menerima apa adanya

Ibrahim an-Nakha’i berkata kebinasaan ummat dahulu diakibatkan tiga perilaku:
Banyak bicara,
banyak makannya
Serta banyak tidurnya

Yahya bin Mu’adz berkata:
Betapa bahagia orang yang telah meninggal dunia sebelum dunia meninggalkannya
Alangkah bersyukur orang yang siap menuju alam kubur sedang jasadnya belum dikubur
Dan betapa beruntung orang yang rela kepada Yang Mahaagung sebelum la bertemu langsung

Ali r.a. berkata:
Adalah papa orang yang tidak menjalankan Sunnah Allah, Sunnah Rasul dan Sunnah Auliya
Sunnah Allah, menjaga rahasia
Sunnah Rasul, mengunjungi sesama
Sunnah Auliya, menaungi manusia di kala duka

Allah berfirman kepada Nabi Uzair a.s.:
Uzair, apabila engkau lakukan dosa kecil, janganlah engkau lihat seberapa kecilnya, tapi pandanglah pada siapa  engkau berbuat dosa..
apabila engkau raih sedikit kebaikan, janganlah engkau lihat betapa sedikitnya, namun pandanglah Siapa Dzat Yang memberinya..
dan apabila engkau dapatkan cobaan, janganlah engkau adukan Aku pada makhluk-Ku sebagaimana tidak Kuadukan pada malaikat-Ku ketika Kudapati dosa-dosamu..

Khatim al-Asham berkata:
Setiap kali menjelang pagi Setan selalu bertanya kepadaku "Apa yang engkau makan, apa yang engkau pakai dan di mana engkau berada?"
Jawabku: "aku cicipi pahitnya kematian, aku kenakan pakaian kain kafan dan aku bermukim di dalam kuburan, Setan pun lari tunggang-langgang meninggalkanku"

Amu Fahri Al-Banyumasy's notes

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar